Naskah Kuno Dokumen Sejarah Perlu Di Digitalisasi

  • Whatsapp
Pakons Hotel

Pontianak, InfoKalimantan – Sejarah Kota Pontianak atau Kalbar pada umumnya memiliki riwayat panjang, jauh sebelum berdirinya Negara Indonesia. Semua catatan sejarah dan budaya umumnya tersimpan dalam bentuk naskah kuno. Entah itu berupa catatan dan dokumen bersejarah, surat kabar, ilustrasi, dan sebagainya. Sayangnya, dokumentasi sejarah dalam bentuk fisik ini rentan rusak karena dimakan umur.

Hal inilah yang akhirnya membuat Balai Pelestari Nilai Budaya (BPNB) Provinsi Kalimantan Barat, memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menyimpan naskah dan dokumen kuno dalam bentuk digital.

“Digitalisasi dokumen bersejarah, naskah kuno dan lainnya saat ini memang sangat dibutuhkan agar masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan sumber itu sebagai referensi. Seharusnya bukan kami, karena ada instansi terkait seperti Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat, setidaknya bisa lebih berperan dalam menyediakan sarana penyimpanan secara digital tersebut,” ujar Pamong Budaya Ahli Pertama Bidang Kesejarahan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Provinsi Kalimantan Barat Yusri Darmadi, Rabu (02/03/2022).

Yusri Darmadi menuturkan, upaya penyelamatan dokumen bersejarah, naskah kuno dan sebagainya itu, bisa dilakukan dengan menggunakan perangkat berupa alat pemindai atau scanner yang secara khusus di peruntukkan untuk memindai dokumen, naskah dalam jumlah banyak. Oleh karena itu, dirinya pun terus termotivasi untuk menyelamatkan dokumen naskah kuno, ilustrasi sejarah lebih banyak lagi agar tidak hilang rusak termakan usia.

“Di kita ada dua unit, saya yakin di provinsi bisa menyediakan alat ini. Makanya kalau sudah di konversi ke digital saya yakin datanya akan luar biasa. Seperti yang saya lakukan terhadap Buku 200 Tahun Kota Pontianak sudah saya digitalkan dan saya bisa mengaksesnya lewat hp saya,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *